Dibanding Google, Microsoft Lebih Takut Open Source!


Meski Google merupakan salah satu ancaman yang kompetitif bagi Microsoft, namun ketakutan lebih besar yang dihadapi Microsoft ada pada open source.

Setidaknya demikian yang dikatakan Chief Software Architect Microsoft, Ray Ozzie, pada konferensi Sanford C. Bernstein Strategic Decisions yang digelar di New York.

Menurut Ozzie, meski Google merupakan kompetitor yang sangat kuat, namun open source dianggap sebagai ancaman yang lebih mengganggu bagi model bisnis Microsoft. Para programmer open source dinilai punya kekuatan yang lebih hebat di pasar software.

Jadi, mengapa open source dianggap sebagai ancaman yang lebih besar bagi Microsoft? Ada dua alasan yang dikemukakan Ozzie, seperti dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (29/5/2008). Pertama, open source punya pondasi yang kuat dalam menghadapi Microsoft. Google, Yahoo, Facebook adalah diantara ‘anak-anaknya’ open source, dan mereka adalah kompetitor terbesar Microsoft juga.

Kedua, kehadiran open source mengubah cara pandang konsumen tentang nilai sebuah software, menjadi US$ 0 alias gratis. Namun demikian, Ozzie menyatakan bahwa kehadiran open source membuat Microsoft menjadi perusahaan yang lebih kuat. Mau tidak mau Microsoft harus membuat perubahan model bisnis salah satunya membuat software yang kompatibel dengan produk open source.

MU Juara UEFA Champions League 2008

Final Liga Champions
MU Juara Lewat Adu Penalti


Pada drama 120 menit, Cristiano Ronaldo dan Frank Lampard sama-sama menyumbangkan gol bagi timnya. Pada babak adu penalti justru Ronaldo yang menjadi orang pertama yang gagal melaksanakan tugasnya. Tendangannya berhasil diblok oleh Petr Cech.

Beruntung bagi MU, John Terry juga gagal memasukkan bola ke dalam gawang Edwin Van der Sar setelah tendangannya membentur tiang. “Setan Merah” pun akhirnya keluar sebagai juara setelah Van Der Sar menggagalkan tendangan Anelka. Skor total, MU menang 7-6.

Jalannya Pertandingan Read more »

Dua Hati Menjadi Satu

Na na na na na na
Na na na na na na

Sejak melihatmu
Ku jatuh hati padamu
Saat mengenalmu
Semakin ku ingin kamu

Maukah engkau menemani aku…

Hari kuindah
Dua hati kan bersatu
Hariku indah
Dua langkah menjadi satu
Andai aku dan kamu
Bersama selalu

Na na na na na na
Na na na na na na

Saat kau menatapku
Aku jadi salah tingkah
Kau genggam tanganku
Berdebar debar jantungku

Maukah engkau Menemani aku…

Hari kuindah
Dua hati kan bersatu
Hariku indah
Dua langkah menjadi satu
Andai aku dan kamu
Bersama selalu

Dan bila kau tak ada
Mengapaku memikirkanmu
Apakah engkau juga
Memikirkan aku

Hari kuindah
Dua hati kan bersatu
Hariku indah
Dua langkah menjadi satu
Andai aku dan kamu
Bersama selalu

Na na na na na na
Na na na na na na

Andai aku dan kamu
Bersama selalu

Na na na na na na
Na na na na na na

Sejak melihatmu
Ku jatuh hati padamu
Saat mengenalmu
Semakin ku ingin kamu

Main Layangan (Hahaha)…

Sekarang aku punya kegiatan rutin tiap sore.. Emang dasar sekarang lagi musim layangan, gak terkecuali mahasiswa pun terkena imbasnya.. Teman2 kost membeli layang-layang dan benang, kemudian dengan gembiranya menerbangkan layang-layang kebanggaannya mengudara dan kemudian diadu dengan layang-layang orang lain.. Layang-layang yang putus benangnya maka kalah.. Tapi sering juga teman2 kos yang kalah,, tiap layang-layang diadu dengan milik orang lain selalu kalah,, sampai akhirnya tombok..

Ya.. Inget waktu jaman masih SD dulu,, main layang di lapangan… Tapi berhubung di TB gak ada tempat yang luas maka main layangan ya di depan kos aza.. Ternyata walaupun sudah gede,, main layangan juga mengasyikkan.. Di tengah sibuknya jadwal skripsi (sok banget y..) dan jadwal jaga UAS,, main layangan atau nonton teman2 main layangan membuat kepenatan menjadi hilang.. Ya biar malamnya menjadi lebih fresh untuk melanjutkan aktivitas selanjutnya…

Kampanye Global Warning dengan e-Hospital

Penggunaan kertas yang berlebihan dalam manajemen informasi rumah sakit dianggap tidak mendukung kampanye global warning. Peran teknologi informasi pun dibutuhkan untuk menyiasatinya.

Yaitu dengan menciptakan sebuah rumah sakit (RS) yang mengoptimalkan peran TI dalam kegiatan operasionalnya atau disebut e-hospital.

Sebagian besar RS di tanah air umumnya memang masih memakai pola manajemen informasi yang konvensional, yaitu dengan berlembar-lembar kertas untuk berbagai kebutuhannya. Data tahun 2007 yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, dari sekitar 1200 RS di Indonesia sebanyak 92% diantaranya masih memakai cara manual dalam melayani pasiennya, 5% sudah terkomputasi dan hanya 3% saja yang menerapkan TI secara signifikan.

Jadi bisa dikatakan, layanan resep elektronik (e-prescription) yang sudah tidak lagi membutuhkan kertas masih sangat jarang dijumpai di RS di Indonesia.

Peluang bisnis inilah yang ingin coba dimasuki oleh NovaHEALTH Pte. dengan menawarkan sebuah modul informasi yang diklaim pertama bagi para RS di tanah air lewat aplikasi bernama Vesalius.geo.

Lai Teik Kin, CEO NovaHEALTH mengatakan, vesalius.geo merupakan software yang mampu mengalirkan data layanan RS secara elektronis untuk multi kebutuhan.

Aplikasi Vesalius.geo memiliki dua modul utama informasi, yaitu Hospital Information System (HIS) dan Clinical Infromation System (CIS).

HIS merupakan sistem informasi yang mengotomasi seluruh proses administrasi (back office) RS, termasuk di dalamnya adalah sistem penerapan keuangan. Sementara CIS merupakan modul yang menyajikan seluruh proses klinis atau layanan medis, baik inpatient maupun outpatient.

Berapa harganya?

Dua rumah sakit yang telah mengimplementasikan aplikasi ini adalah RS Pondok Indah dan RS Puri Indah.

Direktur PT NovaTARA Indonesia A.I. Gindo mengatakan, untuk RS Pondok Indah investasi yang dikeluarkan untuk mengimplementasikan Vesalius.geo berkisar dari US$ 200 ribu – US$ 300 ribu, sementara untuk RS Puri Indah merogoh kocek sampai US$ 500 ribu – US$ 700 ribu

Menurut Tavri Deviyan, CIO Pondok Indah Healthcare Group, dana sebesar itu dianggap setimpal dengan hasil yang diraih. “Mungkin investasi awal memang terasa lebih mahal, tapi kesananya bakal lebih murah,” umbarnya, ketika jumpa pers di Tea Addict Jakarta, Selasa (13/5/2008).

HP Compaq dc5850, PC Desktop Hemat Energi

Hemat energi dan ramah lingkungan, inilah yang ingin diusung produsen komputer Hewlett-Packard (HP) untuk PC Desktop terbarunya, HP Compaq dc5850.

Produk ini merupakan perwujudan gagasan HP untuk menghadirkan desktop yang dilengkapi perangkat manajemen daya yang sudah tertanam, guna membantu pengguna mencapai biaya operasional yang lebih rendah sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

HP Compaq dc5850 Business Desktop PC menggabungkan kinerja dan keunggulan-keunggulan melalui teknologi grafik high-end terintegrasi serta dukungan standar bagi operasi dual monitors melalui PC mainstream berharga terjangkau.

Melengkapi grafik ATI Radeon 3100 terintegrasi yang didukung teknologi DirectX 10, HP Compaq dc5850 Business Desktop PC menawarkan pendukung standar bagi teknologi RAID melalui fitur data mirroring untuk membantu meminimalisasi gangguan komputasi dan melindungi data bisnis terpenting.

Fitur-fitur untuk mendukung produktivitas dan performa ini disinergikan dengan teknologi AMD Cool’n'Quiet 2.0 terbaru yang memungkinkan terjadinya penyesuaian independen untuk masing-masing inti prosesor sehingga menjadikan PC lebih tenang, hemat energi dan efisien.

Dengan semua kemampuan high-end tersebut, dc5850 mendukung penggunaan prosesor AMD Business Class generasi masa datang, termasuk prosesor AMD Phenom. Opsi ini menyediakan upgrade mengagumkan bagi pengguna yang menginginkan tenaga PC berlebih untuk kinerja aplikasi multi-tasking dan multi-threaded.

dc5850 juga ramah lingkungan karena telah memenuhi persyaratan ENERGY STAR 4.0 dan terdaftar di Electronic Product Environmental Assessment Tool (EPEAT) Gold.

HP Compaq dc5850 ini, dari keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (13/5/2008), tersedia di seluruh dunia mulai 5 Mei 2008 dengan harga di Amerika Serikat (AS) mulai US$ 599.